Biru Putih yang Terkenang
Dulu aku tak tahu apa –
apa, tapi sekarang aku akan mencari sesuatu yang belum akku tahu dengan terus
mengejar ilmu sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan. Kini aku telah
lulus dari sekolah yang menjadi dasar dari sekolah – sekolah yang selanjutnya,
aku telah lulus dari sekolah yang telah menjadikanku seseorang yang mengerti
apa yang herus aku perbuat selanjutnya agar semua yang aku inginkan bisa
tercapai. Namun perjalananku belum cukup sampai disini, aku harus mengejar
semuanya ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi yaitu di tingkat SMP.
Sejak dulu aku ingin sekolah di SMP
NEGERI 1 AMBULU, dan aku terus berdoa agar aku bisa sekolah di sana. Dan inilah
perjalanan hidup yang aku lewati selama aku di SMP.
Awalnya, pada saat pendaftaran siswa
baru, aku bersama kedua temanku SOVI dan UUS mendaftarkan diri untuk menjadi
bagian dari SMPN 1 AMBULU dengan didampingi Pak Suyit beserta ayah Sovi. Pada
saat mengisi formulir, aku melakukan kesalahan mengisinya hingga namaku di
panggil melalui pengeras suara dan aku harus memperbaikinya. Setelah semuanya
beres kami segera pulang dan mempersiapkan diri untuk menjalankan tes tulis.
Aku terus belajar dan berdoa agar aku di mudahkan dalam mengerjakan soal-soal
yang di ujikan.
Inilah hari yang menentukan aku
menjadi siswa SMPN 1 AMBULU atau tidak. Di hari yang menentukan ini aku di uji
oleh Allah, pensil 2Bku tidak ada aku bingung setengah mati mencarinya. Untung
saja aku mempunyai uang saku yang habis bila aku belikan pencil, namun dari
pada aku tidak lolos lebih baik aku tidak jajan. Lalu aku putuskan untuk
membeli pensil itu.
Sesampaiku di sekolah, kulihat
banyak sekali siswa yang mengharapkan lolos. Berbagai wajah ku lihat, ada yang
ceria, tegang dan lainnya. Apalagi ketika mengerjakan soal-soal yang ada di
depan mata, teman satu ruanganku begitu tegang namun ada pula yang santai saja
mengerjakannya. Kalau aku menghadapinya dengan penuh doa dan santai semampuku
aku kerjakan dengan di selingi oleh alunan lagu yang aku nyanyikan agar aku
tidak tegang. Taklama waktu mengerjakanpun telah usai, aku menunggu kedua
sahabat aku untuk pulang bersama dan menunggu hasilnya dengan penuh rasa
penasaran.
***
Hari ini hasil psb di umumkan. Aku
beserta kedua temanku segera melihat hasilnya. Diperjalanan kami tak henti-hentinya
berdoa dan berharap agar kami bisa lolos semua. Dan tak lama kemudian kami tiba
di sekolah, kami melihat begitu banyak orang yang antusias melihat hasil psb
dan tak jarang banyak yang membawa serta keluarga mereka untuk melihatnya.
Jantungku semakin bergerak kencang
ketika mata ini berlarian mencari sebuah nama yang tercantum dalam dalam
lembaran kertas yang tertempel di sebuah papan putih. Srett mataku berhenti di
sebuah nama yang membuat aku senang tak karuan, ya namaku ada di sana. Aku bersyukur
sekali kepada Allah yang telah mengabulkan doa-doaku selama ini. Namun aku
harus mencari dua nama lagi agar lengkap kegembiraanku. Sesaat setelah namaku
ditemukan, nama Uus juga ketemu dan dia begitu senang. Kini giliran nama Sovi
yang harus di temukan, dia begitu takut karena namanya tak juga di temukan
hingga tetes air mata mengalir di pipinya. Aku dan Uus mencarinya dengan
teliti, dan akhirnya nama itu ketemu juga. Sovi begitu girangnya sampai –
sampai kami bertiga bersyukur sekali hingga menangis dan di marahi orang karena
rame sendiri.
Tak mau lama-lama, kami segera
mencari informasi untuk mendaftar yang selanjutnya. Ternyata kami harus membawa
kartu peserta dan mendaftar ulang dengan membawa sejumlah uang. Kampiun segera
pulang dengan membawa kabar gembira. Sesampaiku di rumah keluargaku sangat
senang mendengar kabar gembira ini, namun kami tak mempunyai uang untuk
mendaftar ulang. Akhirnya aku kembali lagi dengan membawa sedikit uang yang aku
rasa itu masih kurang. Benar apa yang aku rasa, uang itu memang kurang untuk
mendaftar ulang, aku membawa uang 50 ribu dan daftarnya 200 ribu. Mau apalagi,
aku harus pulang dan kembali lagi dengan membawa uang yang cukup.
***
Hari pertama ku menginjakkan kaki
sebagai bagian dari keluarga SMPN 1 AMBULU, aku beserta siswa lainnya menjalani
MOS terlebih dahulu agar kami bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah
yang baru. Aku datang terlambat ketika hari pertama MOS, karena kartuku
ketinggalan adan aku harus pulang mengambilnya. Apalagi penderitaanku harus
bertambah dengan aku hanya sendirian di kelompok dan kedua sahabatku bisa
bersama. Di sana aku hannya diam, aku tak berani untuk berkenalan aku malu. Dan
yang paling bikin aku sedih pada saat acara puncak. Aku sendiri tak ada teman
aku melihat pensi di belakang sendiri dan yang lain di depan. Aku tak merasa
senang, malahan aku sedih sekali.
Setelah MOS selesai, saatnya untuk
pembagian kelas, aku di tempatkan di kelas B sedangkan SOVI dan UUS bersama
lagi di kelas E. Aku sedih tak bisa bersama mereka lagi, tapi aku bersyukur
dengan apa yang Allah berikan kepadaku.
***
Sekarang aku telah SMP. Aku
berkenalan dengan Dora yang kemudian aku ajak dia duduk satu bangku bersamaku.
Aku duduk di bangku nomor dua dari depan sebelah utara dekat tembok. Aku juga berkenalan
dengan Aulia dan Lulus yang duduk di depanku serta dengan Silvi dan Imelda yang
berada di bangku belakangku.
Kalau bicara tentang pengalamanku
ketika aku masih kelas satu, begitu banyak yang aku lakukan dan itu tak mungkin
aku ceritakan semuanya, jadi dikit aja ya.....
Kalau di inget-inget banyak sih
pengalamanku waktu kelas satu, salah satunya ketika aku di rumah Dora. Saat
itu, aku dan temen-temen berencana untuk latihan senam di rumah Dora. Aku
senang sekali melihat buah cersen yang ada di rumahnya karena aku sudah lama
tidak makan buah cersen. Ketika aku mau mengambil buah cersen di pohon, karena
senangnya, aku sampai tak melihat bahwa dibawahku ada kolam kapur. Dan akhirnya
aku terpeleset dech di kolam itu hingga celana dan bajuku putih semuanya. Yang
bikin aku malu, semua teman-temanku mentertawakan aku. Aku langsung mencuci
badan beserta celanaku agar bersih dan aku meminjam baju Dora untuk pulang.
***
Woww udah naek kelas ney,, tapi pada
awal ajaran nuyy aqu harus nngikutin tes untuk masuk di kelas unggulkan karena
aku di kelas juara satu. Dan aku sudah mempersiapkannya dengan cara belajar
pada waktu liburan. Aku sangat berharap sekali bisa masuk kelas unggulkan coz
jika aku gug masuk sana, aku akan malui dengan temen – temen sanggar aku. Coz
di sanggar semuanya nak unggulkan. Dan Alhamdulillah aku masuk ke dalam daftar
anak yang masuk sebagai siswa berpotensi.
Mulai sekarang aku mempunyai teman
baru dan harus bersaing dengan mereka demi memperjuanngka dan merebutkan juara
di kelas. Tapi itu sanngat sulit, coz temen – temen baruku ini semua pinter –
pinter. Namun di kelas baruku ini terkenal sangat rame oleh guru – guru di
sekolah. Meskipun begitu, kelas kami sering membawa nama baek kelas bahkan
sekolah dengan prestasi yang kami berikan pada kelas 8 eph tercinta.
Kami sering mendapatkan juara dalam
berbagai lomba yang diadakan sekolah yang diikuti oleh semua kelas dalam
memperingati hari – hari besar nasional maupun islami bahkan class meeting. Di
antaranya juara hias kelas, juara patrol, adzan, dance, cerdas cermat, princess
dan yang pernah aku peroleh yaitu juara dua lomba tilawah.
Waktu class meeting pada kegiatan
setelah ujian semester, di adakan berbagai lomba nd thau gug kelas aku Thu
kompak b\anget dengan seragam batik yang kita kenakan pada hari sabtu, meskipun
aku gug ikut lomba, namun aku terus mendukung teman – teman aku dengan penuh
semangat. Dan aku juga presentasi dengan dua bahasa waktu itu.
Dan tak sia – sia semua perjuangan
kami dalam mengikuti lomba ini, coz kelas kami ngeborong banyak hadiah. Terus
tak mau mengabaikannya, kami mendokumentasikan keberhasilan kami ini dengan
berfoto di lapangan belakang bersama- sama walau semua kelas telah sepi. Kami
berfoto dengan berbagai alat dan penghargaan yang kami terima.
Nahhh itulah kisahku di penghujung
kelas 2 dan banyak dech kenangan – kenangan yang tak bisa terlupakan hingga
akhir hayat nanti.
Yahh udah kelas 3 nihh,,,tinggal
menghitung hari saat – saat terakhir tinggal bersama keluarga besar SMPN 1
AMBULU. Bentar lagi aku lulus dan harus melewati ujian nasional dahulu. Untung
saja aku masih bisa bersama lagi dengan arbiylef. Tapi aku sedih soalnya
temenku Feni tidak bisa bersama lagi denganku. Dia pindah ke kelas A soalnya
dia tidak lolos seleksi tes unggulan.
Di kelas 3 ini aku jadi sering
belajar untuk menghadapi UN. Aku terus berdoa agar bisa lulus. Dan kegiatan –
kegiatan yang tidak berhubungan dengan UN wajib di tinggalkan. Di sekolah
diadakan try out sekitar 4 kali sebelum dilakukan UN.
Saat UN yang di adakan selama 4 hari
itu, aku menjalaninya dengan cukup baik. Tapi tak bisa di pungkiri kalau aku
juga sempat tanya jawaban ke temanku. Aku heran, kenapa ya UN itu tak seperti
ujian – ujian yang lain. Padahal jumlah soalnya itu sama apalagi yang di ujikan
telah di pelajari sebelumnyya. Aku jadi bingung sendiri kenapa sulit banget
untuk dapat nilai 10 saat UN. Ahh udahlah aku bersyukur telah dapet nilai 33,50
mesi harapanku dapet lebih dari itu. Tapi ini sudah kemampuanku seperti itu dan
aku harus menerimanya.
Kelas 3 adalah kelas terakhir di SMP
dan harus di lanjutkan lagi ke tingkat SMA. Di kelas ini pula aku mendapatkan
banyak bekal untuk melanjutkan ke SMA. Aku pernah mengikuti tes PMDK di MAN 1
JEMBER dan aku lolos. Tapi karena tak ada biaya untuk daftar ulang, dengan
berat hati aku mengundurkan diri dan akhirnya Pasuruan tujuan terakhirku.
Hmmm peristiwa masa SMP yang sulit
terlupakan pastinya pada saat acara lepas pisah di sekolah. Kami mendapat tugas
untuk mengisi acara dengan paduan suara. Kami menyanyyikan 4 buah lagu yang
diiringi oleh alunan piano yang di mainkan oleh Aan dari kelas C. Pada saat
lagu ketiga, kami semua meneteskan air mata yang di sertai dengan sebuah puisi
yang di bacakan oleh Mytha dengan suara haru yang membuat kami semakin menangis
tak tertahankan. Dan lagu “MUNGKINKAH” menutup persembahan kami. Setelah itu,
waktu di umumkan juara – juara UN, kelasku terbanyak yang naik di atas pentas
tapi aku sedih soalnya aku tidak berada di antara mereka.
Yeah itu tadi ceritaku masa – masa SMP yang penuh kenangan...
Komentar
Posting Komentar